Forum Diskusi Optimalisasi Percepatan Pembentukan Perangkat Daerah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)

Pangkalan Balai – Pada tanggal 04 Oktober 2022, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan “Forum Diskusi Optimalisasi Percepatan Pembentukan Perangkat Daerah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)” di Provinsi Sumatera Selatan. Dari Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin dihadiri oleh Kepala Bappeda Litbang Ir. Kosarodin, MM dan Dr. H. M. Harun Samsudin, S.Pd., MM selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan.

Acara tersebut di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Bapak Ir. S. A. Supriono. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa,

“Kami berharap dalam diskusi ini Balitbangda Provinsi dan Kab/Kota di Sumatera Selatan akan diubah menjadi BRIDA yang berfungsi sebagai sebagai motor penggerak inovasi daerah. Diharapkan semua inovasi akan berkiblat kesini Balitbangda atau nantinya BRIDA” ungkap beliau.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Bapak Dr. Drs. H. Alamsyah, M.Pd dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan pemahaman tentang tugas dan fungsi BRIDA secara komprehensip di daerah;
  2. Memahami urgensi pembentukan BRIDA, yaitu memperkuat dan mengintegrasikan fungsi litbang di daerah;
  3. Mendorong Peningkatan Kinerja Pemerintah Daerah untuk melakukan kreativitas dan inovasi serta berkinerja lebih baik demi kesejahteraan masyarakatnya.

Pendampingan BRIDA se-Sumatera Selatan bersama Dr. Yopi selaku Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN dan Dr. Ing. Wiwiek Joelijani, MT selaku Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN. Dalam acara tersebut sebagai narasumber Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Yopi menyampaikan dalam pasal 66 Perpres No. 78 Tahun 2021 BRIDA dibentuk oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah mendapatkan pertimbangan dari BRIN.

Pembentukan BRIDA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diintegrasikan dengan perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah atau perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang penelitian dan pengembangan daerah. Sementara Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN dalam paparannya menyampaikan bahwa yang menjadi aspek daya saing bagi daerah adalah terdiri dari kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah atau infrastruktur, iklim berinvestasi, dan sumber daya manusia.

Hasil pertemuan tersebut mendapat beberapa kesimpulan, antara lain:

  1. BRIDA berfungsi sebagai katalisator yang membantu pelaksanaan kebijakan dan untuk eksekusi kebijakan tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah dalam hal ini dilaksanakan oleh kepala daerah;
  2. Tujuan pembentukan dan penyelenggaraan BRIDA melalui science based policy adalah untuk membuat kebijakan berbasis data dengan aspek yang komprehensip, sehingga didapatkan kebijakan yang bisa dipertanggungjawabkan dan mampu mengatasi berbagai masalah yang ada di level nasional maupun daerah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*